Komodo, atau juga disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies biawak besar yang terdapat di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di ProvinsiNusa Tenggara Timur, Indonesia. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora. Dengan panjang 2 sampai 3 meter komodo merupakan kadal terbesar di dunia.




Komodo adalah kadal terbesar yang hidup di dunia. Mereka diidentifikasi oleh ukuran besar mereka, kepala datar, kaki bengkok dan panjang, ekor tebal. Nama berasal dari rumor bahwa makhluk seperti naga hidup di pulau Komodo Indonesia. Masyarakat setempat menyebutnya “ora,” atau “buaya darat.”

Berikut adalah fakta menarik tentang hewan komodo:

1.      Komodo ternyata juga memiliki bisa mematikan

Beberapa tahun yang lalu, para peneliti percaya bahwa komodo memiliki air liur yang mematikan dan bisa membunuh seekor kerbau hanya dalam satu gigitan. Faktanya, air liur komodo hanya memiliki sedikit bakteri. Alih-alih membunuh mangsa dengan air liur, komodo sebenarnya membunuh mangsa mereka dengan bisa atau racun yang dia miliki.

2.      Mereka bisa mengkonsumsi makanan hingga 80% bobot tubuhnya

Seekor komodo bisa mencapai ukuran 2,7 sampai 3 meter dengan bobot mencapai 166 kg. Bukan hanya memiliki tubuh yang besar, kadal purba ini juga memiliki selera makan yang besar. Komodo memiliki rahang yang elastis dan membuat mereka bisa menelan mangsa yang memiliki bobot 80% dari bobot tubuhnya sendiri.

3.      Saat lapar, mereka bisa berubah jadi kanibal

Seekor komodo dewasa bisa saja menyerang dan memakan komodo yang lebih kecil jika mereka sedang lapar. Dan yang lebih parah adalah komodo dewasa juga tidak segan untuk memakan bayi mereka sendiri setelah lahir.

4.      Komodo yang Masih Kecil Hanya Memakan Serangga

Anak Komodo belum mampu memakan hewan-hewan yang berukuan besar seperti kijang. Mereka hanya memakan serangga seperti belalang.

5.      Bayi komodo bersembunyi dari orangtuanya

Karena kebiasaan saling memakan satu sama lain, biasanya bayi atau komodo yang lebih muda akan kabur sejauh mungkin dari komodo dewasa. Berbeda dengan komodo dewasa, komodo yang masih muda bisa memanjat pohon dan bersembunyi di atas pohon dan baru benar-benar turun ke tanah setelah usianya 4 tahun. Cara lainnya adalah dengan berguling di atas kotoran mereka atau kotoran milik komodo lain. Ini dilakukan untuk menyamarkan bau tubuhnya dari komodo dewasa.

6.      Komodo betina tidak membutuhkan komodo jantan untuk bisa berkembang biak

Berbeda dengan kebanyakan hewan lainnya, komodo betina tidak memerlukan komodo jantan untuk bisa bereproduksi. Komodo betina bisa tetap bertelur melalui proses partenogenesis di mana sel telur akan saling membuahi satu sama lain. Bukan hanya tidak memerlukan komodo jantan, beberapa komodo betina bahkan tidak pernah hidup bersama komodo jantan.

7.      Mereka sulit mendengar

Komodo juga punya kemampuan mendengar. Namun karena tidak banyak menggunakan indra tersebut saat berburu, mereka tidak dapat mendengar suara bernada rendah atau lebih tinggi. Selain itu, komodo memiliki penglihatan yang kurang baik di malam hari.
Karena itu, komodo selalu mengandalkan bau untuk berburu. Namun, tidak seperti manusia dan mamalia lainnya, ia tidak menggunakan hidung untuk kebutuhan penciumannya. Komodo menggunakan vomeronasal atau "organ Jacobson," yang dapat mengidentifikasi feromon di udara. Di saat lidah komodo mendapat sampel konsentrasi kimiawi di udara, organ Jacobson memberi tahu posisi komodo dan mangsa di sekitarnya.

8.      Matahari Dapat Membantu Mempercepat Proses Pencernaan Komodo

Setelah makan biasanya komodo membawa dirinya untuk mencari sinar matahari yang berfungsi untuk mempercepat proses pencernaannya.