Banyak orang yang menganggap begadang sebagai suatu hal yang wajar atau bahkan harus dilakukan. Entah karena lembur untuk menyelesaikan proyek kantor, nonton pertandingan bola, atau belajar dengan sistem kebut semalam menjelang ujian penting di sekolah. Begadang adalah keadaan di mana seseorang berjaga tidak tidur sampai larut malam.
Manusia secara normal harus tidur minimal delapan jam sehari. Sedangkan untuk kasus begadang ini, jam tidurnya kurang dari enam jam.


Berikut 10 bahaya bergadang:

1.      Menurunkan Daya Tahan Tubuh

Efek samping dari kebiasaan begadang adalah daya tahan yang menurun. Daya tahan atau sistem imun dan kekebalan tubuh Anda. Ketika begadang, tubuh akan diforsir untuk terus beraktifitas atau bekerja sampai larut malam, padahal pada kenyataannya tubuh memerlukan waktu untuk istirahat dan memperbarui sel-sel tubuh serta membuang racun di dalam tubuh. Jika waktu istirahat Anda kurang, otomatis kerja tubuh juga tidak sempurna sehingga efek sampingnya adalah daya tahan tubuh Anda menurun.

2.      Meningkatnya Kadar Gula Darah

Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa mereka yang sering begadang berpotensi memiliki masalah gula darah tinggi. Penelitian tersebut menggunakan sampel yang tidak terlalu banyak. Namun, hasilnya, para responden perempuan yang sering begadang cenderung memiliki gula darah tinggi. Gula darah tinggi juga sering disebut dengan Hiperglikemia. Kelelahan dan sakit kepala pun juga bisa terkena penyakit tersebut. Selain itu, beberapa kondisi lain juga dapat menimbulkan hiperglikemia, contohnya penyakit kardiovaskular dan kerusakan pada ginjal.

3.      Kulit Menjadi Kusam

Seseorang yang  sering mengalami kurang tidur  berakibat munculnya warna hitam di area lingkar mata. Selain itu efek kurang tidur juga memicu munculnya jerawat.
Hal disebabkan tubuh lebih banyak melepaskan hormon kortison akibat  kurang tidur. Jenis hormon ini akan membuat kolagen dalam kulit menjadi pecah. Dalam rentang waktu yang cukup lama, kondisi ini akan membuat kulit tidak bersinar.

4.      Risiko Penyakit Jantung  

Begadang bisa membahayakan jantung. Sebuah penelitian menemukan, setiap satu jam waktu tidur yang berkurang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 11 persen.

5.      Berat Badan Meningkat

Masalah bagi kebanyakan orang yang suka begadang adalah makan camilan untuk menemani malam-malam begadang. Padahal kita juga tahu betul kalau makan tengah malam itu bisa membuat lingkar pinggang makin gede.
Orang yang tidur telat cenderung makan lebih banyak kalori pada malam hari daripada mereka yang tidur teratur. Tahun 2005, Washington Post juga menyebutkan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam di malam hari lebih cenderung mengalami obesitas. Studi ini diambil berdasarkan data dari 10 ribu orang dengan rentang usia antara 32 hingga 49.

6.      Mempercepat Penuaan Dini

Tulang yang cepat kropos dan wajah yang terlihat tua juga merupakan efek kurang tidur yang sering dialami para remaja hingga orang dewasa. Hal ini berkaitan dengan produksi hormon kortisol yang semakin meningkat pada seseorang yang kurang tidur.
Kondisi kurang tidur juga mengakibatkan berkurangnya produksi hormon pertumbuhan yang mampu memperkuat tulang, meningkatkan massa otot dan menebalkan kulit.

7.      Merasa Lelah

Tak hanya durasi, waktu Anda tidur juga berpengaruh terhadap tubuh. Alih-alih beristirahat, tidur selama delapan jam (waktu ideal untuk tidur) yang dimulai pada dini hari akan membuat Anda lelah dan pusing

8.      Ganggu Mood Hingga Depresi

Penelitian yang dilakukan pada 2018 menemukan bahwa orang yang sering begadang, lebih berpeluang mengalami depresi. Hal tersebut terbukti benar setelah para peserta yang begadang dan memiliki diabetes tipe-2 mengalami depresi.

9.      Sampah Metabolisme Menumpuk di Otak

Otak membakar begitu banyak energi selama seharian sehingga menyisakan sampah metabolisme yang cukup banyak juga. Setiap malam, otak bekerja untuk memperbaiki neuron, tapi ini tidak akan terjadi kalau otak terhalang sampah metabolisme.
Jadi, saat tidur otak sebenarnya sedang membersihkan diri dari racun. Sisa metabolisme akan didorong keluar melalui sistem limpa yang disebut sistem glymphatic. Saat kamu begadang, otak juga nggak bisa membersihkan dirinya, sampah metabolisme menumpuk, sehingga otak tidak bisa diperbaiki.

10. Risiko kematian lebih tinggi

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Chronobiology International menunjukkan bahwa orang yang begadang memiliki risiko kematian 10 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak.
Mengutip Pop Sugar, studi ini melibatkan 433 ribu orang dewasa yang diteliti selama 6,5 tahun.